My life, my nature, my harmony

My life, my nature, my harmony

Rabu, 23 Maret 2011

Tanaman Bambu yang Terlupakan

Bambu di jaman modern ini, popularitasnya kurang terdengar di kalangan masyarakat luas, kecuali cuma sebagai bahan furniture, alat-alat dapur tradisional, dan bahan pembuat rumah bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pohon bambunya sendiri terkadang luput dari perhatian. Bahkan, di beberapa daerah, rumpun bambu banyak ditebang karena selain terkesan 'angker', juga kurang menghasilkan. Seperti diketahui, harga jual batang bambu memang tergolong sangat murah. Bandingkan saja dengan kayu. Dengan uang kurang dari 10ribu sudah bisa mendapat sebatang bambu mentah.... Yang lebih mengenaskan lagi, kata teman yang pernah berdinas di pedalaman Kalimantan, bambu di sana bahkan dianggap tanaman tak berguna, yang dibuang begitu saja jika rumpunnya sudah terlalu banyak....

Bambu memang seolah tanaman terlupakan, padahal manfaat bambu sangat banyak. Selain kegunaan batang bambu untuk berbagai utility kehidupan, pohon bambu sendiri memiliki banyak kelebihan. Keunikan struktur kayu pada bambu adalah rongga kapiler di dalamnya sangat banyak dan mudah menyerap air. Itu sebabnya bambu bisa diandalkan sebagai salah satu tanaman ramah lingkungan dengan kemampuannya menyimpan air. Bayangkan saja, jika satu rumpun bambu yang ditumbuhi 50 batang bambu, mampu menyimpan debit air hingga 2000 liter. Kemampuan bambu untuk mempertahankan debit air ternyata mampu mengurangi panas bumi yang diakibatkan oleh aktivitas magma gunung berapi. Makanya bambu biasanya lebih banyak tumbuh di pegunungan ketimbang pantai. Hal ini karena hukum keseimbangan alam, bambu berfungsi untuk menjaga kestabilan debit air agar tidak menguap habis karena panas. Kelebihan bambu lainnya adalah akarnya yang berbentuk rumpun bisa menjadi filter air, sehingga mengurangi pencemaran. Akar bambu cukup kuat untuk menahan tebing. Serabut akarnya yang banyak dan mencengkeram tanah dengan kuat mampu menahan erosi.

Itu baru akar dan batangnya. Belum daunnya. Satu batang bambu, mampu mensuplai oksigen untuk satu orang dalam satu hari. Klorofil dalam bambu memiliki kelebihan memproses fotosintesis lebih cepat dari daun lainnya. Oleh karenanya bambu bisa mengatasi polusi udara, karena kemampuannya menetralisir udara kotor dengan melepaskan banyak oksigen. Selain itu, daun keringnya juga sangat bagus untuk pupuk organik yang dapat mensuplai kebutuhan nutrisi tanaman.

Selain bisa mengatasi polusi udara, tanaman bambu dapat mengatasi polusi suara jika ditanam di kota besar. Hal ini wajar karena bambu memiliki rongga di dalam batangnya yang berfungsi meredam suara - suara bising. Di samping meredam suara berisik, bambu sendiri juga menghasilkan suara-suara khas yang mendamaikan, ketika batang-batangnya saling bergesekan satu sama lain.

Kelebihan tanaman bambu lainnya adalah tahan banting, mudah ditanam, dan cepat tumbuh. Bambu relatif kuat bertahan dalam segala cuaca. Di saat musim hujan ia menyerap banyak air, di saat kemarau, ia menggunakan cadangan airnya untuk tumbuh sembari juga memberi suply bagi tanaman sekitarnya. Bambu cukup mudah ditanam, asalkan sudah berakar, tinggal ditancap ke tanah dan mendapat cukup suplai air di awal pertumbuhannya, bambu bisa survive dan tumbuh tunas daunnya. Dalam waktu 5 tahun, bambu sudah mulai membentuk rumpun dan bisa dipanen dan akan terus tumbuh sepanjang masa.

Akhir-akhir ini, bambu hias sudah mulai banyak ditanam untuk menjadi bagian dekorasi tanaman di kota-kota besar. Alasan penanaman bambu ini  lebih banyak berawal dari sisi eksotismenya dibanding dengan fungsinya. Namun seiring perjalanan waktu, bambu sengaja banyak ditanam sebagai tanaman ekologis peredam polusi udara. Belakangan ini,  bukti bencana di berbagai daerah  menunjukkan rumah bambu ternyata lebih tahan gempa. Karena keunggulannya ini bambu mulai intensif dipelajari.

Nah, dengan segala kelebihan dari tanaman bambu, kenapa harus ragu  untuk mulai menanam bambu sejak sekarang? Pada tahun ini bahkan Prancis menobatkan bambu sebagai tanaman ekologis yang harus dinomor depankan untuk penyelamatan lingkungan. Anda setuju? Ayo mulai tanam bambu!
(Sumber data: Jatnika Nanggamiharja)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar