Sumpeg. Bete. Bad mood. Begitulah kadang kalau sedang
menghadapi situasi sulit yang tidak bisa dipahami. Manusiawi.
Ternyata, hidup memang tidak selalu sesuai dengan apa yang
kita ingin dan harapkan. Lalu jika memang harapan tidak selalu sesuai dengan apa
yang kita inginkan, apa harapan itu nonsense?
Jika harapan itu tidak selalu sebanding lurus dengan apa
yang kita upayakan, terus apa artinya afirmasi, positif thinking, dan sugesti
untuk sukses jika tak bisa mengatasi persoalan, alias, tidak berkontribusi
terhadap keberhasilan (apa yang kita mau), apakah arifmasi itu not works?
Untuk orang tipe goal oriented sepertiku, dengan latar
belakang banyaknya ketidak berhasilan di belakangku, sometimes godaan untuk
menggugat cara-cara yang disarankan untuk meraih keberhasilan di saat saat
kritis kepentog keadaan yang membuatku shock dan tak mengerti.
Tapi, untunglah sebuah cara berpikir lapang membuatku lebih
mudah menerima apapun yang tak sesuai dengan harapan. Ketika aku membuat rencana, dan telah berupaya
untuk berhasil dalam rencana itu, namun pada akhirnya tidak sesuai dengan
harapan, berarti, Tuhan memiliki rencana lain, yang lebih baik daripada
rencanaku. That’s it. Enough. Let He works His Way.
Manusia sekalipun diberi potensi untuk berkreasi, ‘mencipta’
dengan pikirannya, merencana, dan mensugestikan apa yang ia inginkan,
bagaimanapun ia tetaplah makhluk, yang got
no power at all ketika Dia sedang ingin menunjukkan KuasaNya. It is.
Perih, pedih, tersayat-sayat, adalah hal yang manusiawi,
ketika kita tak langsung beradaptasi
dengan ‘keinginan’ Tuhan. Tapi jika seketika mampu menyadari, oh, There He
goes,… It is You who’s working. Lebih mudah untuk melunturkan rasa kecewa dan
rasa luka dalam dada.
Karena, Dia tak mungkin memberi sesuatu yang tidak baik.
Tidak. Dia selalu ingin yang terbaik. Dia sangan special membimbing kita,
dengan takdirNya, agar kita mampu mengembalikan semuanya kepadaNya, dan
membiarkan Dia bekerja membantu kita. Then everything will be working, be
letting go all of our frustrating feeling.
God, I’m looking at You, when I feel disappointed. I
realize, that You taught me this way, to be wiser, to be more patient, to be
more relax, and let go…. Then You come, then bring me home,….to what my heart
belong,…. To You….
With You, nothing to be disappointed. Nothing to be worry
about, nothing to be angry with, nothing to be hopeless to. I know when I’m understand, then You will
smile that you say, you’d well done your exam. Then nothing to be tought exept
You Alone. You Alone. You Alone. Thank You God, for all of Gracifying me, for
let me feel this Bliss…. Thank You.
There’s no deep thankful except for You Alone. You Alone. You Alone. ***
Jakarta, End of Oct-
Jakarta, End of Oct-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar